Fitnah Membawa Berkat

Misi Jiwaku
July 22, 2018
Staying Cool
September 14, 2018

Fitnah Membawa Berkat

Fitnah membawa berkat

Tahun 2011 ada seorang ibu mempunyai 2 puteri yang pekerjaan sehari-harinya mengantar anak sekolah dan bekerja di kantor usaha sendiri.

Ibu ini mempunyai teman-teman kelompok baru di sekolahan anak-anaknya. Bahkan sebulan sekali kumpul untuk makan-makan dan arisan.

Suatu ketika , ada salah satu temannya berulang tahun dan makan-makan di restoran. Salah satu teman ibu ini, tiba-tiba bicara dan menuduh si ibu ini dan berkata “Kamu gak suka kan ama saya selama ini, karena selain grup emak-emak ini saya suka bermain ke grup lain dan kamu keliatan tidak suka sama saya”.

Gubraakk😩, si ibu ini kagetttt dapat tuduhan di depan banyak orang lalu menangis dan pulang ke rumah. Si ibu ini berdoa dan bertanya kepada Tuhan, mengapa teman saya menuduh saya seperti itu, padahal dia mau main ke grup manapun bukan urusan saya dan saya tidak pernah iri akan hal itu, karena habis antar anak sekolah saya langsung pulang dan bekerja”😓😓

Keesokan harinya , ibu ini sms ke yg menuduhnya untuk minta maaf walaupun tidak tahu kesalahannya. Saat itu hari Sabtu dan tiba-tiba ada dorongan keras untuk pergi ke gereja. Saat di gereja firman Tuhan tepat sekali buat ibu ini “Ampunilah musuh-musuhmu”, Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri”….

Sesampai di rumah, si ibu ini sms temennya lagi yang menuduhnya, namun jawabannya caci maki.

Ibu ini tetep berdoa dan sudah memaafkan yg menuduhnya, sisanya bukan urusan ibu ini lagi. Tiba-tiba saat ibu ini berdoa mendapat pesan berkali -kali dari Tuhan, “Hai Anakku, aku akan memberikan kamu tugas yang besar”

Si ibu ini jadi bingung, tugas apa yah yang dimaksud . Beberapa minggu kemudian ada yang mengajak bergabung di komunitas non profit yang awalnya masih kecil lama-lama sampai seluruh Indonesia, karena melayani dengan hati dan tulus akhirnya ditunjuk sebagai pengurus. Ibu ini banyak mengalami perubahan terutama semakin terlihat bakat bakatnya dan semakin banyak baca buku pengembangan diri.

Setelah dirinya banyak berubah, maka dia juga banyak merubah karyawan di kantornya dan semakin berkembang.

Sampai saat ini masih menjadi pengurus di komunitas dan semakin bertambah komunitas yang diurusnya.

Moral cerita
1. Stop menyalahkan orang lain atau keadaan.
2. Tetep bersyukur
3. Ambil tanggung jawab untuk pengembangan diri sendiri.
4. Tetep berbuat baik dan memaafkan orang lain dan terpenting memaafkan diri sendiri.
5. Rencana Tuhan selalu indah, walaupun awalnya kelihatan tidak enak dan berat, namun pasti ada maksud buat umatnya yang percaya

Yani Sastra
Self Motivation&Self Healing
21 Juli 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *