LEADING

Menjaga Etika dalam Hubungan Bisnis
February 24, 2018
Segala Sesuatu Bergantung Pada Perasaan Anda
March 5, 2018

LEADING

LEADING
By GC – Feb 27, 2018

Semua orang pasti tau dongeng karangan Aesop tentang perlombaan lari antara Kura-kura dan Si Kelinci yang berJudul “The Tortoise and the Hare”.

Dalam cerita yang kita sudah dengar sejak kecil itu. Si Kelinci awalnya adalah unggul dalam lomba lari itu. Setelah jauh mengungguli si kura-kura. Ia pun beristirahat. Tapi apa mau dikata ia pun tertidur. Si Kura-kura pelan tapi pasti meninggalkan si Kelinci dan masuk garis finish serta menjadi pemenang lomba tersebut.

Moral dari cerita ini adalah: Sekalipun lamban, Namun jika steady & persisten bisa mengungguli yang punya kecepatan tinggi.

Cerita pun berlanjut. Setelah kekalahan itu, si Kelinci merasa penasaran, maka ia pun kembali mengajak lomba si Kura-kura. Kali ini si Kelinci menyadari bahwa ia tidak boleh lengah sedikit pun dan tidak boleh menganggap enteng si Kura-kura. Begitu Lomba di mulai. Ia berlari sekuat tenaga tanpa berhenti hingga garis finish. Sang kelinci pun memenangi lomba.

Moral dari cerita ini adalah: Jika yang cepat, steady & persisten, tidak ada kemungkinan bagi yang lamban untuk menang dalam perlombaan.

Setelah kekalahan itu, si Kura-kura merenung, berpikir, menghitung dan merancang strategi. Ia pun kembali menantang si Kelinci untuk berlomba yang ketiga. Si Kelinci pun menerima tantangan tersebut. Sebab pikirnya: “mana mungkin si kura-kura bisa menang dari aku yang cepat, steady dan persisten?”

Si Kura-kura berkata: “Tapi dalam perlombaan kali ini, rutenya gentian ya. Aku yang menentukannya.” Si Kelinci pun menyetujuinya. Perlombaan dimulai. Sang Kelinci berlari dengan seluruh tenaga dan melesat jauh di depan. Hingga ia tiba di sebuah sungai dan ternyata garis finish itu ada di seberang sungai itu.

Si Kura-kura dengan pelan tapi pasti terus bergerak di jalur perlombaan hingga di pinggir sungai tempat si Kelinci yang bengong melihat si Kura-kura masuk ke dalam air, berenang dan menyelesaikan pertandingan itu dengan memasuki garis finish.

Moral cerita ini adalah: Never give up! Jangan gampang menyerah. Kita akan selalu dapat memenangkan pertandingan jika kita mengenali area kekuatan dan kelemahan kita dan saingan kita. Apalagi jika kita mampu menggiring saingan kita ke area yang menjadi kekuatan kita.

Kisah ini masih berlangsung, saat ini keduanya menjadi teman baik. Mereka menganalisa pertandingan yang sudah mereka lalui dan mereka akhirnya setuju untuk melakukan lomba yang terakhir. Di Lomba terakhir ini mereka sepakat untuk bekerja sama. Di awal perlombaan, si Kelinci menggendong kura-kura di punggungnya dan berlari secepat kilat hingga pinggir sungai. Lalu gentian si Kelinci di gendong oleh Kura-kura untuk menyeberangi sungai. Dan mereka berdua bersama-sama memasuki garis finish.

Keduanya merasa puas. Karena kecepatan yang dihasilkan oleh kerjasama ini adalah sangat fantastis dan membuat mereka sadar bahwa kerjasama / kolaborasi akan selalu menghasilkan prestasi yang lebih baik daripada bersaing.

Ada sebuah peribahasa berkata: “Don’t bring a knife to a gunfight.” Atau Jangan membawa pisau ke pertempuran dengan senjata api. Karena kita pasti tewas duluan.

Namun tahukah bahwa seringkali para pengusaha, orang sales, secara naif berkomunikasi dengan orang lain dengan mengandalkan pisau ketimbang senjata api. Tanpa mengenal siapa yang akan jadi audiensnya, tanpa tau siapa orang yang menjadi lawan bicaranya. Terus saja memberikan paparan bisnis dan produknya.

Pacing & Leading adalah sebuah senjata komunikasi yang luar biasa. Tehnik persuasi yang berasal dari NLP (Neuro Linguistik Program) ini sangat powerful. Tehnik ini bagaikan senapan mesin. Efektif untuk menciptakan goal bagi misi-misi kita.

Pacing atau mengatur pacu agar diri kita sama dengan orang tersebut akan membuka jalan bagi kita dapat berkomunikasi dengan efektif. Leading atau membawa orang yang menjadi lawan bicara kita ke area yang kita ingini itu sangat penting. Bisa jadi pengetahuan lawan bicara kita lebih tinggi, posisi di perusahaan lebih tinggi, dll, jika kita mengikuti dia ke area yang ia harapkan pasti kita akan kena tembak dan kalah. Putarlah posisinya dengan menariknya ke area yang sudah kita rancang. Dimana disitulah kekuatan kita akan dapat gelar dan membuat misi kita berhasil.

Di dalam melakukan Leading di saat berkomunikasi, ingatlah bahwa Win-Win situation dengan cara bekerjasama seperti cerita di atas adalah yang paling terbaik di dalam menghasilkan hubungan yang sehat.

Dan ketika di dalam berkomunikasi terjadi ketidak-sepakatan. Steven Covey selalu mengajarkan: “It is not the best for me. It is not the best for you but It is the best for us.” Ingatlah selalu untuk MEMIMPINnya dengan menggali alternatif ketiga.

Have a GREAT Day! GC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *