Menjaga Etika dalam Hubungan Bisnis

Aku Ingin Meneruskan Jejak Ibuku
February 1, 2018
LEADING
February 27, 2018

Menjaga Etika dalam Hubungan Bisnis

*Menjaga Etika dalam Hubungan Bisnis*

Happy Weekend Guys, hari yang indah di mana akhirnya Hujan deras turun di Riau. Beberapa minggu belakangan ini kondisi cuaca di Riau sangat kering, sehingga beberapa lahan perkebunan pun terbakar.

Hari ini saya ingin sharing mengenai Etika yang perlu kita terus Jaga pada saat menjual, ataupun dalam hal bekerjasama dalam sebuah Team. Hari Rabu kemarin kami mengadakan sebuah Dinner Sharing. Pada acara tersebut, masing-masing rekan team mengundang prospek mereka masing-masing untuk hadir dan mendengarkan presentasi.

Setelah presentasi, salah seorang prospek yang duduk di depan memberikan saya secarik kertas dan menanyakan hal berikut: Tolong di jawab, Andi sekolah SD di mana? Lahir Tahun Berapa?

Saya pun terkejut dan mencoba untuk merecall bapak ini kenal saya dari mana ya? Bahkan beliau bisa menebak nama Lama saya (Saya ganti nama menjadi Andi Wu pada umur 17 Tahun). Saya kemudian tanya kembali: Bapak Guru SD saya? Bukan. Lantas semakin saya perhatikan, saya merasa muka ini familiar. Beliau juga begitu, mendengar suara saya, dan mimik muka saya, seolah2 mirip dengan seseorang anak murid Les istrinya dulu. Dan ternyata benar, beliau adalah suami guru les saya waktu saya SD dulu.

Sungguh Luar Biasa kami dipertemukan dalam sebuah acara, dan tidak pernah keep in touch sejak saya tamat SD waktu itu. Beliau terkena Stroke Ringan di tangan kanan dan kaki kirinya. Kemudian beliau meminta nomor whatsapp saya agar nanti jika ingin berkonsultasi dapat mencari saya. Pada saat itu saya lupa kalau bapak ini adalah undangan dari rekan saya. Setelah itu, ada rekan lain yang bergabung dan mengatakan bapak boleh bertanya ke siapa saja dalam ruangan ini, tinggal nanti untuk urusan lainnya bapak bisa menghubungi orang yang mengundang bapak.

Hari ini, bapak ini menelpon saya, bertanya apakah beliau bisa mencoba sedikit dahulu produknya, untuk penggunaan 1 bulan, nanti jika ada reaksi, beliau akan memenuhi pembelian 1 paket. Alasannya karena takut ketidakcocokan tubuhnya dengan produk ini. Kemudian saya teringat etika yang menjadi prinsip dasar, yaitu jangan melakukan “Crossing” terhadap group lain. Saya kemudian menginfokan, boleh Pak, tetapi jika bapak ingin membeli, bapak bisa menghubungi Pak Budi yang mengundang bapak kemarin, karena kalau bapak beli dengan saya nanti saya tidak enak dengan Pak Budi. Karena bapak adalah calon dari Pak Budi, kalau mau konsultasi dengan saya atau bertanya, saya siap membantu kapan saja.

Dan saya pun lega karena saya tetap menjaga Etika dan Prinsip2 yang sudah menjadi Pedoman. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Hal ini dapat kita terapkan juga dalam berkomunitas, berteman, maupun dalam pekerjaan.

Regards,

Andi Wu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *