Online Shop untuk Sales

Event KOMISI Jatim: SOLD OUT 23 April 2016
April 9, 2016
The Perfect Moment
April 11, 2016

Online Shop untuk Sales

Judulnya agak aneh ya? Maksudnya gimana tuh? Ilmu supaya sales bisa jualan online? Atau ada toko online yang mau dibagi2 buat para sales? Saya juga agak bingung waktu mau nulis tentang ini. Karena spt yang ketum komisi jabodetabek, mas Madani bilang, “sales itu luar biasa karena sales biasa di luar”. Kalo di depan komputer gimana mau jadi luar biasa toh. Gimana ketemu klien kalo diam di kantor. Betul, yang biasa cari duit di depan komputer biasanya blogger matre (sebutan untuk penulis online yang tujuan utamanya ngumpulin duit dari internet). Tetapi seperti yang pak Dedy pernah bilang, “Teknologi tidak bisa menggantikan sales, tapi sales tanpa teknologi akan tergantikan oleh sales yang menggunakan teknologi.” Jadi, sales yang mau sukses harus menggunakan teknologi.

Sekarang saya mau sharing tentang bagaimana sales bisa menggunakan teknologi, dalam hal ini, toko online untuk berjualan. Sebelumnya saya pernah tuliskan tentang jenis2 online marketing, sekarang saya akan sharing tentang menentukan kategori bisnisnya. Karena jika kita tidak mengenal jenis toko online yang cocok untuk bisnis kita, kita bisa salah mengambil caranya. Itu seperti pemburu yang mau menangkap macan menggunakan kail. Pak Vence Ginting pernah bilang, “marketing itu investasi jika kita menjalankan marketing dengan benar, jika tidak maka hanya akan menjadi biaya.”

Untuk memudahkan, saya membagi kategori dalam barang dan jasa sebagai berikut:

1.       Produk barang

Semua produk barang setau saya selama bukan yang dilarang, boleh dijual di market online, atau facebook page. Tentu setiap market punya peraturan masing2, tinggal kita pelajari apakah peraturan itu menguntungkan kita atau tidak, apakah para member di sana adalah kompetitor kita atau bukan, dll.

–        Tokopedia, saya dengar para penjual di market tersebut adalah para produsen manufaktur yang menjual secara retail dengan harga grosir, tentu jika anda sebagai sales akan kalah saing dengan mereka. Jika anda adalah produsen atau sales tangan pertama, tentu anda untung dengan bergabung di sana.

–         Tokobagus identik dengan barang second. Ada sales yang pernah menggunakan dan berhasil dengan tokobagus? Mungkin bisa sharing pengalamannya.

–         Jika produk anda termasuk high competition atau sulit dalam bersaing di google*, sementara peminatnya pun bahkan harus dengan target market yang sangat spesifik, anda bisa mencoba berjualan di facebook page menggunakan facebook ads*.

*) akan saya bahas lebih detail di tulisan berikutnya.

Jika kita membuat toko online sendiri, misal seperti bp David yang menjual kayu dan kusen di cahayawood.com,  maka kita sendiri yang harus membuat peraturan untuk customer, misal tentang bagaimana melakukan pemesanan ataupun melakukan pembayaran.

Website toko online secara umum dibagi 2, toko online (betul2 toko dengan keranjang belanja) dan katalog online. Keduanya sama2 memasang daftar produk di webnya, yang membedakan adalah, toko online tentu harus memasang harga produk masing2, menggunakan cart (keranjang belanja), termasuk didalamnya ada sistem pembayaran, bisa transfer bank, cod ataupun menggunakan payment gateway. Katalog online tidak menggunakan semua itu, bahkan ada yang tanpa mencantumkan harga.

Ciri2 produk yang cocok dengan:

a.       Toko online

–          Barang dengan berat di bawah 1kg, karena jika terlalu berat maka anda atau customer akan menanggung biaya tinggi untuk biaya pengiriman.

–          Nilai transaksi dibawah 1 juta rupiah. Di Indonesia yang akrab dengan kasus penipuan online, masyarakat menjadi trauma dan sulit percaya dengan transaksi online dengan nilai yang tinggi. Saya pernah ditipu juga, pdhal udah ketemu lgsg dengan orangnya, harusnya waktu ketemuan saya ajak foto bareng dulu ya. Jadi bisa dipublish ke facebook dan laporin ke polisi hhehehe.

–          Barang siap pakai. Sebaiknya supaya aman dan kita tidak gagal dalam menjual barang, kita menjual barang yang sudah siap. Karena di toko online, orang bisa melakukan transaksi pembayaran dan langsung konfirm menunggu barang dikirim. Jika kita harus mengecek stok atau bahkan menghubungi supplier terlebih dahulu, sebaiknya jangan menggunakan toko online.

b.      Katalog online

–          Barang dengan berat di atas 10kg, termasuk property sebaiknya menggunakan katalog apalagi jika pembayarannya dengan sistem cod. Coba pikir jika kamu kirim barang dengan berat 10kg, minimal lokal jakarta dengan jne dah kena 80rb, ke alamat klien yang membeli secara online, ternyata alamat palsu.

–          Barang dengan nilai diatas 10juta. Tidak akan ada di Indonesia orang akan transfer duit 10 juta tanpa memastikan webnya diurus tiap hari dan aktif dan juga memastikan kapan barang diterima. Sebaiknya menggunakan cod atau transfer setelah konfirmasi melalui telepon.

–          Barang pesanan atau disain khusus. Produk dengan desain khusus seperti sovenir wedding, kue ulang tahun, percetakan, tidak bisa dilakukan dengan toko online, karena akan jadi masalah dan tentu akan mengecewakan customer.

c.       Campuran keduanya

Bagaimana dengan produk yang beratnya antara 1 s/d 10 kg atau nilainya antara 1 s/d 10 juta? Atau bahkan variatif dengan harga dan beratnya. Boleh2 saja kita mencampur atau membuat katalog sekaligus toko online dalam 1 website, toh kita yang punya, kita yang bikin peraturan hehehehe. Samplenya https://tatawater.co/  bisa dilihat ada menu shop yang menjual produk dan ada menu paket dengan katalog online untuk item2 yang terlalu berat.

2.       Usaha jasa.

Jika usaha kita adalah menjual jasa, misal tempat kursus atau laundry, gak mungkin kita menggunakan web market online seperti tokobagus atau tokopedia. Sebaiknya menggunakan website company profile, facebook page, atau pak Haryo bilang untuk target menengah ke atas menggunakan linkedin. Jika ingin membuat web company profile yang gratisan bisa menggunakan blogspot.com atau wordpress.com. Tapi jika jasa anda butuh kepercayaan tinggi, harus menggunakan yang berbayar. Pernah denger kasus lembaga survey yang menggunakan website blogspot di pilpres kemarin? Akhirnya lembaga tersebut hanya jadi meme lucu2an di fesbuk.

Maksudnya website company profile itu apa? Bukannya itu website milik kantor? Gimana sales jualan pake web kantor? Maksud saya adalah, website ini isinya persis seperti website company, disain bisa mirip atau bahkan persis tergantung kebijakan perusahaan, membolehkan atau tidak, tetapi semua no kontak dan profile tertuju kepada sales itu sendiri dan menggunakan nama domain yang berbeda dengan nama website perusahaan. Contohnya website, pilihankeluargaku.com isinya tentang menjual jasa asuransi, semua kontak person tertuju pada agen / sales asuransi tersebut.

3.     Campuran

Bolehkah kita menjual beberapa kategori produk dalam 1 website? Boleh jika masih berhubungan. Contohnya spt website Dedybudiman.com yang menjual jasa sales training, dari nama websitenya kita tahu website itu punya siapa hehehe. Ini adalah contoh website company profile yang menggunakan katalog online untuk penjualan buku2 seputar sales training. Tidak masalah karena tetap satu kategori yaitu sales training. Yang tidak boleh mencampur yang tidak nyambung, misal ada abang dari klien saya yang menjual buku desain photoshop dan jasa penyewaan scaffolding dalam 1 website. Klien saya minta bikin website seperti itu saya tolak, mengapa tidak boleh? Karena seperti yang pak Dedy bilang, “sales harus spesialis kecuali kalo buka supermarket.”

Pembahasan tentang toko online memang sangat luas, sekarang kita tentukan dulu mana yang cocok untuk bisnis kita berdasar kriteria di atas. Baru kita tentukan cara yang cocok seperti di tulisan sebelumnya tentang jenis2 online marketing. Seperti yang pak Krishnamurti bilang, “jangan takut salah, coba dulu, lalu analisa.”

Jika ada yang mengetahui tentang jenis toko online yang lain, atau bingung dengan jenis yang cocok dengan bisnisnya, silakan mereply milis ini sehingga kita bisa berdiskusi dan sama2 belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *