Sales / Business Owner’s Biggest FEAR

Tentukan Strategi Sesuai Goal Anda
June 21, 2017
Saya Tidak Jualan, Tetapi Bisa Closing
July 6, 2017

Sales / Business Owner’s Biggest FEAR

Selamat Pagi KOMISIers,

Tidak terasa sudah cukup lama kita tidak berdiskusi, banyak sekali hal yang ingin saya sharing, nanti jika ada yang relevan akan saya share ke sini. Sharing kali ini adalah tentang Ketakutan Paling Besar seorang Pengusaha atau Sales. Kenapa atau? Kalau Salesnya memiliki target yang harus di capai, memiliki tanggung jawab, dan merasakan Ownership pada bidang yang dikerjakan, maka ketakutannya pun sama dengan seorang Pengusaha/Owner.

Apa ketakutan yang paling besar? Customer tidak mau datang, ataupun datang dan pergi begitu saja.

Sering kali kita berharap banyak pelanggan yang datang maupun yang dapat kita temui, namun tidak semua selalu datang dengan mudah untuk membeli. Rata-rata pasti ingin mencari tahu dulu, melihat-lihat dulu, masih binggung, dan sebagainya. Trus kenapa harus ditakuti? Karena, jika banyak customer yang datang dan pergi begitu saja, Anda belum berhasil meraih Trust dan Minatnya customer tersebut. Kita belum berhasil menggunakan teknik yang tepat pada orang tersebut. Dan yang paling terakhir mungkin Timingnya yang belum tepat.

Katakanlah kita sudah mendapatkan Trust seorang customer, yang dulunya pernah membeli dengan kita, namun ada juga saatnya jika ketika ekspektasi dan produk yang diinginkan customer tersebut tidak ada pada kita, maupun belum ketemu yang cocok, maka kita pun tidak dapat closing. Ada customer yang menjawab: Lihat-Lihat dulu yah, minta brosurnya dulu, Masih Binggung nih dari kemarin; ini datang ke sini tambah banyak pilihannya tambah binggung lagi.

Banyak aspek yang perlu diperhatikan, ketersediaan produk, informasi produk, kualitas dan Quality Control produk, dan Purna Jual yang dapat diberikan.

Salah satu contoh: Ketika menawarkan laptop, customer sudah deal, dan test produk pun sudah dilakukan sebelum di bawa. Setelah dibawa pulang, ternyata baterainya tidak bisa charge hingga penuh, hanya terpatok pada 30%, dan tidak naik-naik lagi. Ini masalah pada preparasi produk maupun QC kita yang tidak teliti, sehingga terjadilah kekecewaan pada customer. Bersyukur jika customer menerima tawaran untuk penukaran produk ke yang baru, namun bisa juga terjadinya Retur produk yang mengakibatkan kita kehilangan penjualan tersebut. Trust pun hilang jika kita tidak menyelesaikan masalah ini dengan penjelasan yang valid.

Pre-Sales Process inilah yang menjadi salah satu pelajaran bagi team kami belakangan ini. Dari menyediakan pilihan warna, pilihan produk yang sesuai demand pasar, sampai Quality Control yang memastikan produk dalam keadaan FIT sebelum diberikan ke customer. Semuanya perlu latihan, pengalaman serta kesabaran yang tinggi. Terus berusaha, terus semangat, koreksi apa yang kurang dari cara kita menghadapi customer. Seiring berkembangnya waktu, setiap saat yang kita lalui, asalkan kita pelajari dan kembangkan terus, kita pasti akan lebih lebih berhasil lagi.

Semoga bermanfaat.

Regards,

Andi Wu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *