SERUM 12: Motivasi – Ketika Kita Mengapresiasi Karunia

SERUM 11: Tips Sales – Attitude is Everything
December 19, 2015
SERUM 13: Motivasi – Selalu Bersemangat Kerja
December 19, 2015

SERUM 12: Motivasi – Ketika Kita Mengapresiasi Karunia

Kita ini sering lupa mengapresiasi karunia Tuhan, sehingga banyak potensi yang menghebatkan sering terkubur tidak termanfaatkan.

Berikut ini aku sharingkan, ketika aku mendapatkan moment of truth, yang membangunkan aku dari tidur belasan tahun, tidak mengapresiasi karunia yang telah diberikan yang maha Kuasa.

Sejak peristiwa itu aku benar2 mendapatkan penyadaran baru bahwa ternyata aku SUDAH MEMILIKI banyak hal yang yang aku butuhkan dalam hidupku yang selama ini tidak aku lihat dan tidak aku apresiasi.

Waktu itu bulan September 2010, aku mengikuti training motivasi dan Coaching dari Anthony Robbins yang dikenal sebagai the world no 1 success Coach.

Training itu dilaksanakan 4 hari 3 malam. Salah satu malamnya kami diajak untuk refleksi. Kira2 mirip seperti time line therapy, menelusuri masa lalu. Kita diminta untuk melihat kembali video-video masa lalu dari waktu ke waktu.

Setiap ketemu video kehidupan kita yang buruk kita diminta untuk menghentikan video itu dan diminta untuk mengeluarkan kasetnya dari video player. Kemudian kaset itu diminta untuk dimasukkan ke dalam peti.

Kemudian kita diminta terus maju menelusuri video kehidupan berikutnya, ketika ketemu video yang bagus penuh daya, kita diminta untuk menjernihkannya sehingga lebih mudah dilihat, di dengar dan penuh warna.

Demikian seterusnya hingga kami memasukkan ke dalam Peti banyak kaset2 video yang buruk. Dan Peti itu diminta untuk dikunci dan membuang ke tempat yang tidak mungkin bisa diambil lagi. Atau dihancurkan.

Sedangkan video yang bagus, kita diminta untuk sering-sering diulang dan diulang karena itu resources.

Ketika penelusuran itu hampir berakhir, beliau mengatakan kepada kami dengan kalimat yang luar biasa.

Kalimat itulah yang merubah hidup saya dari yang semula merasa bukan siapa2, kemudian menjadi orang yang merasa penuh daya.

Yang semula aku merasa tidak punya apa2 menjadi orang yang bisa bersyukur karena telah memiliki kekayaan sumber daya yang apa-apa punya.

Kalimat itu seperti petir menyambar dengan sinar yang sangat menyilaukan di malam gelap.

“Saudara2, tahukah anda bahwa anda telah memiliki semua yang anda butuhkan. Sekali lagi, anda telah memiliki semua yang anda butuhkan. Dan sekarang saatnya anda berkarya. Berkarnya nyata memberi manfaat kepada manusia dan mendapatkan balasannya. Apapun bentuknya akan anda terima sesuai yang anda inginkan. Sekarang saatnya anda berkarya, tunggu apa lagi? ”

Itulah yang dikatakan Anthony Robbins.

Aku seperti tidak percaya, karena selama ini aku merasa tidak punya apa2.

Namun kalimat itu begitu kuat masuk ke dalam kalbu.

Pulang dari Singapore otakku terus berputar, terus mencari untuk membuktikan kebenaran kalimat Tony Robbins itu.

Satu demi satu ketemu, ternyata aku di telkom memiliki bukan hanya belasan sertifikat, tetapi puluhan sertifikat dalam negeri dan luar negeri.

Tetapi aku merasa masih tidak punya sesuatu yang bisa aku karyakan.

Aku mulai menyadari, aku punya banyak hal yang sangat berharga.

Kesempatan pertama yang aku buktikan adalah skill -ku Quality Management dan Auditor dengan sertifikatku yang banyak, mulai aku berbagi kepada pihak lain yang membutuhkan.

Yang pertama aku sharingkan adalah Seminar “Quality Management In Action” di Disperindag magetan Jawa Timur, dan ada bayarannya, woow maniiis.

Aku mulai berbagi di kelas2 publik gratis, wow asyiiik ternyata.

Dan awal 2011 aku putuskan untuk membuka kelas publik pertama “Motivational Speaking” di Semarang. Dan langsung direspons peserta 29 orang bukan hanya dari Semarang tetapi juga dari Jakarta, Jabar, dan Jatim.

Produk itu “Motivational Speaking” masih hingga sekarang, sudah mencapai angkatan yang ke 25 mungkin, he he jadi lupa. Salah satu klien kami yang menggunakan produk itu adalah Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hingga lima angkatan.

Angkatan 1 ada satu peserta DR, Nurman, dosen Psikologi lulusan jerman, dan beliau ikut 2 hari full.

Dan pada angkatan terakhir, salah satu pesertanya adalah DR. AYU, Wakil Rektor, juga mengikuti 2 hari full. Bahkan beliau di akhir acara, dalam sambutan penutupnya mengatakan “Wow Pak Jumala Memang Luar biasa. Kalau kami biasanya memberikan gelar DR. Honoris Causa, untuk pak Jumala kami memberikan gelas Mr. Meaning.”

Memang salah satu materi nya adalah “Kualitas hidup kita tergantung bagaimana kita memberi arti (meaning) pada setiap pengalaman yang masuk dalam hidup ini”

Anthony Robbins melakukan therapy dan sekaligus coaching kepada saya dan para peserta. beliau membuat saya yang tadinya merasa tidak berarti menjadi penuh arti. Yang tadinya merasa tidak punya sesuatu menjadi orang yang sesuatu banget.

Yang tadinya aku merasa tidak punya daya menjadi penuh daya. Beliau membangkitkan potensi yang terpendam, menyadarkan kemampuan yang tadinya tidak disadari.

Dengan coaching itu beliau memberikan jalan terang apa yang harus saya dilakukan, termasuk keputusan harus training yang saya perlukan. Membuat saya yakin dengan pilihan dan komitmen yang saya buat.

Temukanlah moment of truth, apapun bentuknya, yang bisa merubah diri kita dari yang tadinya sulit mengapresiasi diri sendiri menjadi mudah. Dari yang tadinya merasa tidak punya sesuatu menjadi orang yang sesuatu banget. Dari yang tadinya anda merasa tidak berdaya menjadi orang yang merasa penuh daya.

Mulailah dengan banyak bersyukur tentang apapun yang sudah kita miliki, maka kita menjadi orang yang lebih peka terhadap karunia.

Salam dahsyat dan berkah.
Jumala Multazam
jumalamultazam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *