SERUM 20: Tips Sales – Tukang Ikan Tanpa Pisau

SERUM 19: Motivasi: Get Busy Living or Get Busy Dying
December 19, 2015
SERUM 21: Success Story – GM Agung Nugroho
December 19, 2015

SERUM 20: Tips Sales – Tukang Ikan Tanpa Pisau

TUKANG IKAN TANPA PISAU

HARI sudah siang saat seorang bapak yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba datang ke rumah bu Ani. Bapak itu ternyata tukang ikan. Dia mengaku biasanya berkeliling di perumahan lain dan sedang mencoba memperluas wilayah penjualannya. Namun sayangnya, hampir siang hanya sedikit penghuni perumahan Anggrek yang mau membeli ikan-ikannya.

“Tolonglah dibeli, bu.Ikannya masih banyak. Masih baru. Hari sudah siang. Biar saya bisa pulang,” kata penjual ikan tersebut lirih.

Mulanya Ibu Ani diam saja namun akhirnya bangkit juga karena ibu memiliki sifat tidak tega.

Ibu Ani melihat ikan-ikan yang dibawa dalam wadah. Lalu berniat membantu dengan membeli beberapa ikan tongkol. Semua lancar sampai saat IbuAni meminta penjual ikan itu untuk membersihkan ikan yang dijualnya dari sisik dan insang.

Ibu Ani terkejut karena bapak penjual ikan itu mengaku tidak membawa pisau.

“Bu, biasanya di perumahan yang sebelah kalau beli ikan, ya beli ikan saja.Tinggal pilih. Nggak perlu dibersihkan segala,” tukas penjual ikan.

Bu Ani menggeleng. Pantas saja tukang ikan ini tidak laku berjualan ikan di perumahan Anggrek.

“Pak, kalau bapak jualannya seperti itu disini. Bapak tidak akan pernah laku berjualan ikan di sini. Orang-orang di perumahan sini, lebih suka membeli ikan yang sudah dibersihkan sisik dan insangnya,” kata Bu Ani sedikit kesal.

“Tapi ikan-ikannya segar kok, bu,” ujar tukang ikan.

Bapak pernjual ikan itu tidak membawa pisau dengan berasumsi calon pembeli ikannya yang berada di tempat lain tidak akan punya permintaan untuk membersihkan ikan-ikan yang dijual , dari sisik dan insang

Maka suatu kewajaran ikan yang dijualnya bersisa atau tidak laku. Bukan karena kualitas ikan yang dijualnya, melainkan karena tidak adanya kemauan untuk melakukan hal yang lebih kepada pelanggannya.

Saya hanya tersenyum saat mendengar percakapan antara tukang ikan dan Ibu Ani, tetangga saya. Menurut Ibu Ani, Penjual Ikan Tanpa Pisau sama saja dengan seorang petani yang pergi ke sawah tanpa cangkul. Seperti fotografer tanpa kamera. Tak ubahnya sudah tahu akan hujan tapi tidak membawa payung.

***

KISAH penjual ikan itu begitu nyata. Seorang tenaga penjual yang baik sudah sepantasnya untuk tidak melakukan hal yang sama dengan Tukang Ikan Tanpa Pisau. Seorang penjual yang baik sudah seharusnya tidak melupakan :

1. Persiapan

Mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk mempermudah penjualan dengan menyadari apa yang dijualnya. Hal yang wajib, seperti kartu nama, brosur, alat tulis, notes pencatat.

2. Senang Membantu Orang Lain

Pada dasarnya, penjualan adalah proses saat seseorang membantu orang lain untuk mengambil keputusan. Selain juga harus menyukai dan mampu berhubungan baik dengan calon pembeli ataupun yang sudah membeli.

3. Berngetahuan Luas dan Memahami Sudut Pandang Orang Lain

Memiliki pengetahuan dapat membantu untuk memahami cara penjualan yang tepat, mampu menyelami sudut pandang, memahami kebutuhan dan keinginan calon pembeli.

4. Memberikan Ekstra

Pikirkan, rencanakan, dan lakukan sejak awal hal-hal ekstra yang akan dilakukan untuk nasabah. Tidak perlu sesuatu yang bernilai mahal melainkan berkesan. Misalnya saja : Layanan untuk nasabah atau memberikan hadiah.

Nelson Boswell memberikan kutipan inspirasi sebagai berikut :

“Ada aturan sederhana namun sangat hebat, yaitu bila memberikan seseuatu kepada seseorang , selalu berikan seseuatu yang di luar perkiraannya.”

****

Salam,

R Windu

KOMISI Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *