SERUM 24: Success Story – Emila Susilawaty – Pengalaman Sales Mendukung Saya Jadi Juragan Sepatu

SERUM  23: Tips Sales – Seek and Find
December 19, 2015
SERUM 25: Motivasi – Belajar dari Kesalahan
December 19, 2015

SERUM 24: Success Story – Emila Susilawaty – Pengalaman Sales Mendukung Saya Jadi Juragan Sepatu

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa menjadi wanita yang mandiri dan sukses”, itu kata Emila Susilawaty ketika nekad hijrah ke Jakarta dan melamar menjadi seorang sales di sebuah perusahaan penyedia jasa internet belasan tahun yang lalu. Padahal ia tidak memiliki pengalaman apapun di bidang sales, dan manager nya pun tidak memberikan pelatihan apapun tentang salesmanship ataupun product knowledge kepadanya. Tapi tekadnya tidak padam. Ia berusaha untuk mengatasi segala tantangan yang diberikan kepadanya.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah tidak dibekali pengetahuan produk yang cukup tetapi diharuskan langsung presentasi di hadapan direksi sebuah perusahaan. Hasilnya… Gagal. Pulang dari presentasi tersebut, ia tidak menyerah. Malah, ia mencari cara bagaimana untuk dapat mengetahui tentang produk secepat mungkin. Ia rela menghabiskan waktunya bersama para teknisi yang sedang bekerja demi mendapatkan ilmu tersebut. Presentasi selanjutnya… Sukses.

Tidak memahami jalan-jalan di Jakarta juga bukan sebuah akhir dari segalanya. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Pada awalnya ia hanya diberikan alamat lima gedung perkantoran yang harus diprospek dengan door to door alias canvassing. Lantai demi lantai ia datangi dan mencoba untuk memperkenalkan produknya. Setelah itu, prospek nya mulai bertambah jauh. Ia tidak kehabisan akal dan membeli sebuah peta Jakarta. Lama-lama, hapal juga tuh!

Pengalaman sebagai sales selama 6 bulan tersebut menempa nya menjadi seorang yang kreatif dan bekerja keras. Pulang ke kota asalnya di Bandung, ia pun mulai melirik bisnis lain. Bisnis keluarga di bidang sepatu menarik hatinya. Sepatu buatan Indonesia dipesan oleh merk-merk ternama di seluruh dunia. Kenapa Indonesia tidak bisa memasarkan brand sepatunya sendiri, demikian pikirnya.

Perlahan tapi pasti, ia mulai memperkenalkan produk sepatu buatan nya sendiri kepada pasar. Mulai dari buka toko, menjadi produsen bagi merk lain, hingga memperkenalkan brand nya sendiri sudah ia jalani. Pahit dan manis nya bisnis sudah dialami. Perjalanan Bandung-Jakarta dengan mobil penuh sepatu yang akan dijual di Jakarta sudah tak terhitung dilakukannya saat awal menjalani bisnis ini. Padahal waktu itu belum ada jalan tol Cipularang. Tapi buah dari perjuangannya sangat manis. Produknya saat ini sudah dipasarkan di 20 counter yang ada di beberapa department store ternama di Indonesia. Selain memasarkan produknya di Dept. Store (B2C) dan melayani pesanan perusahaan lain (B2B), ia juga sedang membangun online marketplace yang menspesialisasikan pada produk sepatu untuk wanita, pria, dan anak2, yang mayoritas adalah brand lokal dengan standar international, yaitu mbabranded.com.

Baginya, kesuksesan adalah masalah mempersiapkan diri menghadapi dunia nyata. Ketika dunia saya belum sukses, maka artinya saya masih harus memperbaiki diri saya. Saya harus mengembangkan kemampuan saya hingga tidak ada lagi alasan untuk saya tidak sukses. Hanya masalah waktu dan ketekunan.

Bagi Emila, kemampuan menjual tidak hanya dibutuhkan untuk menjual produk, tetapi juga samgat bermanfaat saat digunakan untuk menjual ide pada para partner usaha, menjual visi misi perusahaan pada calon team dan investor. Bahkan dalam praktek hidup sehari-hari pun, sebagai orang tua yang memiliki keahlian menjual, didikannya akan lebih laku dan dituruti oleh anak2. Jadi, berbanggalah dan berbahagialah selalu akan profesi sales karena itu sungguh melatih dan membantu banyak hal dalam hidup kita.

“Saya mungkin bukanlah yang tercepat, tapi saya tidak akan pernah berhenti”, demikian katanya mengakhiri wawancara kami siang itu.

Indra Hadiwidjaja CFP®
Financial Planner

Rencanakan keuanganmu sejak sekarang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *