SERUM 26: Tips Sales – Tingkatkan Closing dengan Arah Motivasi yang Tepat

SERUM 25: Motivasi – Belajar dari Kesalahan
December 19, 2015
SERUM  27: Success Story – Sales Melalui Dunia Internet
December 19, 2015

SERUM 26: Tips Sales – Tingkatkan Closing dengan Arah Motivasi yang Tepat

SERUM: Tingkatkan Closing dengan Arah Motivasi yang Tepat

Kita sepakat bahwa memenuhi kriteria calon pembeli adalah cara yang sangat baik untuk memotivasinya agar menyukai produk kita. Namun demikian sering kita sudah melakukan hal ini tetapi tidak berhasil menutup penjualan, apa yang kurang?
Masih banyak sales tidak tahu bahwa ternyata calon pembeli punya cara yang berbeda dalam mengungkapkan kriteria. Ada yang mengungkapkan dengan bahasa menghindari (away from). Ada yang mengungkapkan kriteria dengan bahasa menginginkan (toward).

Kriteria itulah yang memotivasinya untuk memilih produk kita. Calon pembeli akan condong pada produk kita ketika kebutuhannya terpenuhi, terutama kebutuhan emosinya.

Meskipun kita menyebutkan kriteria yang dia minta, tetapi sering tidak bisa membuat hatinya bersemangat karena salah menyampaikan. Dia menggunakan bahasa away from, kita menggunakan bahasa toward. Sehingga hatinya tidak terpuaskan dengan penjelasan kita, dan kita tidak berhasil meng-amplify hasratnya.

Untuk memahami arah motivasi ini mari kita perhatikan dialog antara seorang sales mobil yang bernama Fira dan dua pembeli yang bernama Devan dan Hilmi.

Fira : “Pak Hilmi lebih suka warna apa?.
Hilmi : “Ooo saya tidak suka warna pasaran mbak, saya tidak suka disamai orang lain”.
Fira : “Kalau Pak Devan?
Devan : “Kalau saya ingin warna eksklusif, saya ingin beda”.

Sepintas kedua kalimat itu sama artinya, tetapi sebenarnya memiliki emosi yang berbeda. Apakah anda melihat perbedaannya?

Baik, perhatikan lagi. Hilmi mengatakan “saya tidak suka”, sedangkan Devan mengatakan “saya ingin”.

Sudah mulai jelas sekarang? Devan adalah jenis toward dan Hilmi adalah jenis away from. Devan lebih positive thinking dan lebih mudah tergerak jika dimotivasi dengan harapan, sedangkan Hilmi lebih negative thinking dan lebih mudah tergerak hati jika dimotivasi dengan ancaman.

Bagaimana penggunaannya?
Fira : “Pak Devan ingin warna ekslusif? Yang ini pak, bapak bisa mendapatkan yang Bapak inginkan. Bapak menjadi beda dengan ini.
“Nah untuk pak Hilmi yang ini Pak, dengan warna unik seperti ini Bapak tidak akan disamai orang lain.”

Perhatikan pilihan kata yang digunakan Bu Fira untuk memotivasi Pak Devan adalah penggunaan kata “Ingin” lebih pas untuk orang jenis toward, sedangkan untuk pak Hilmi kata “tidak disamai” lebih pas untuk orang jenis “away from”

Conto2 lain:
Away from : “Datanglah pagi-pagi dan anda pasti terhindar dari kehabisan tiket”.
Toward : “Datanglah pagi-pagi dan anda pasti kebagian tiket”.
Away From : “Minyak ajaib menghindarkan anda dari kebotakan permanen”.
Toward : “Minyak ajaib menjadikan rambut subur kembali”.

Selamat mencoba dan rasakan kemampuan persuasi anda yang semakin tajam.

Salam dahsyat dan berkah.
Jumala Multazam
jumalamultazam.com

SERUM: Tingkatkan Closing dengan Arah Motivasi yang Tepat

Kita sepakat bahwa memenuhi kriteria calon pembeli adalah cara yang sangat baik untuk memotivasinya agar menyukai produk kita. Namun demikian sering kita sudah melakukan hal ini tetapi tidak berhasil menutup penjualan, apa yang kurang?
Masih banyak sales tidak tahu bahwa ternyata calon pembeli punya cara yang berbeda dalam mengungkapkan kriteria. Ada yang mengungkapkan dengan bahasa menghindari (away from). Ada yang mengungkapkan kriteria dengan bahasa menginginkan (toward).

Kriteria itulah yang memotivasinya untuk memilih produk kita. Calon pembeli akan condong pada produk kita ketika kebutuhannya terpenuhi, terutama kebutuhan emosinya.

Meskipun kita menyebutkan kriteria yang dia minta, tetapi sering tidak bisa membuat hatinya bersemangat karena salah menyampaikan. Dia menggunakan bahasa away from, kita menggunakan bahasa toward. Sehingga hatinya tidak terpuaskan dengan penjelasan kita, dan kita tidak berhasil meng-amplify hasratnya.

Untuk memahami arah motivasi ini mari kita perhatikan dialog antara seorang sales mobil yang bernama Fira dan dua pembeli yang bernama Devan dan Hilmi.

Fira : “Pak Hilmi lebih suka warna apa?.
Hilmi : “Ooo saya tidak suka warna pasaran mbak, saya tidak suka disamai orang lain”.
Fira : “Kalau Pak Devan?
Devan : “Kalau saya ingin warna eksklusif, saya ingin beda”.

Sepintas kedua kalimat itu sama artinya, tetapi sebenarnya memiliki emosi yang berbeda. Apakah anda melihat perbedaannya?

Baik, perhatikan lagi. Hilmi mengatakan “saya tidak suka”, sedangkan Devan mengatakan “saya ingin”.

Sudah mulai jelas sekarang? Devan adalah jenis toward dan Hilmi adalah jenis away from. Devan lebih positive thinking dan lebih mudah tergerak jika dimotivasi dengan harapan, sedangkan Hilmi lebih negative thinking dan lebih mudah tergerak hati jika dimotivasi dengan ancaman.

Bagaimana penggunaannya?
Fira : “Pak Devan ingin warna ekslusif? Yang ini pak, bapak bisa mendapatkan yang Bapak inginkan. Bapak menjadi beda dengan ini.
“Nah untuk pak Hilmi yang ini Pak, dengan warna unik seperti ini Bapak tidak akan disamai orang lain.”

Perhatikan pilihan kata yang digunakan Bu Fira untuk memotivasi Pak Devan adalah penggunaan kata “Ingin” lebih pas untuk orang jenis toward, sedangkan untuk pak Hilmi kata “tidak disamai” lebih pas untuk orang jenis “away from”

Conto2 lain:
Away from : “Datanglah pagi-pagi dan anda pasti terhindar dari kehabisan tiket”.
Toward : “Datanglah pagi-pagi dan anda pasti kebagian tiket”.
Away From : “Minyak ajaib menghindarkan anda dari kebotakan permanen”.
Toward : “Minyak ajaib menjadikan rambut subur kembali”.

Selamat mencoba dan rasakan kemampuan persuasi anda yang semakin tajam.

Salam dahsyat dan berkah.
Jumala Multazam
jumalamultazam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *