SERUM 29: Tips Sales – “Waduuuh SALESnya kok MUNTABER”

SERUM 28: Motivasi – Semua adalah Ilusi
December 19, 2015
SERUM 30: Success Story – Dina Wall Sticker
December 19, 2015

SERUM 29: Tips Sales – “Waduuuh SALESnya kok MUNTABER”

SERUM

Mengelola Sales

“Waduuuh SALESnya kok MUNTABER”

Hampir dari kita semua, dulu pernah menjadi Sales/Karyawan baru di sebuah perusahaan.
Sebagai Sales baru, kita jadi serba salah tingkah karena dicuekin oleh para seniornya.
Bahkan pernah sebel karena di bully tanpa berdaya membalas ataupun sekedar mempertahankan diri.

Atau sebaliknya ..

Sekarang ini, sebagian dari kita sudah menduduki posisi sebagai Pemimpin Sales.
Merasa jengkel karena Sales barunya tiba tiba MUNTABER (MUNdur TAnpa BERita).
Pagi hari dikasih training product dan Price List, saat siang hari pamit makan namun sampai sore tidak kembali ke kantor.

Haa haa yang tertawa lebar pasti pernah mengalami hal ini.

Dari kasus diatas, siapakah yang salah ?

1. Apakah Salesnya yang tidak tahu diri ?

2. Apakah Seniornya yang kurang perhatian bin cuek kepada Sales baru ?

Ini
adalah
lingkaran setan
karena kalau pertanyaan
yang diajukan itu “SIAPA yang SALAH”

pasti
jawabannya
sebuah “ALASAN”
bagi pemBENARan diri.

Jawaban Pihak Senior atau Pemimpin :

Salah Salesnya kenapa tidak mereka tidak proaktif, minta disuapin melulu.

Saya diamkan dulu untuk test mental karena pengalaman yang lalu, saya capek memberikan training namun besuknya sudah kabur.

Jawaban pihak Sales :

Saya bingung mau ngapain, tidak ada yang membimbing dan mengarahkan.

Busyet begitu ditraining kok isinya berat banget, masalah ini itu.
Jangan jangan saya salah masuk perusahaan nich.
Mending kabur deeeeeh !!

Kalau diatas tadi ditanyakan “MENGAPA” maka jawabannya “ALASAN pemBENARan DIRI”

Sebaiknya kita bertanya dalam diri dengan kata “BAGAIMANA”, maka jawabannya adalah CARA dan UPAYA.

Misalnya :

Bagaimana supaya Sales baru nyaman bekerja, optimal serta cepat On Fire ?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjalin kerja sama yang ideal dan jangka panjang, semua orang perlu mengenal dan TRUST satu sama lainnya.

Pemimpin sebaiknya memahami dan mengerti sebanyak mungkin anak buahnya yang baru.

Sales baru seharusnya memahami NILAI dan BUDAYA di perusahaan barunya.

3 hari ini saya mencoba hal baru dalam mengelola Sales.

Saya sengaja tidak langsung memberikan :
– Calculator.
– Price List.
– Catalog Product.
– Training Salesmanship.

Hari pertama saya ajak semua team berkumpul dan berdoa pagi.

Kepada Sales baru,

A. saya perkenalkan masing masing individu team dengan nama dan KELEBIHAN UNIKnya.

Misalnya :
Pak Anton, driver kita yang jujur, teliti dan waspada dalam mengemudi mobil.

(Dengan pujian kepada Driver, Saya ingin sales baru mulai melihat kelebihan anggota2 team dan dengan memuji tiap2 individu akan membuat mereka meras dihargai dan fokus pada kelebihan masing2)

B. Saya minta berbaur dengan team Kolektor, Gudang dan Admin.

Saya minta Sales ikut melihat dan terlibat dalam packing barang.

Harapan saya adalah :
1. Sales baru merasakan aura positif.
2. Sales baru melihat budaya kerja sama di kantor.

C. Saya mengajaknya keluar ikut mengirim barang pesanan.

Maksudnya supaya

1. Sales baru tahu tentang Toko/outlet yang kita kerjakan.
2. Belajar Prospekting dan menganalisa toko yang bagus dan target market yang tepat.
3. Melihat bagaimana saya berinteraksi dengan Owner/Customer.

Mungkin cara ini sangat aneh bagi sebagian orang.

Namun apa yang saya lakukan ini punya maksud adalah :
1. Membuat Sales baru akan beradaptasi dengan baik.
2. Menamkan Culture dan Nilai yang ada dalam perusahaan kami.
3. Mengajak Sales langsung melihat outlet ideal, supaya saat diberikan tugas mengembangkan areal.
Salesman sudah punya gambaran.

Simon Sinek :
“Customers will never love a company until the employees love it first”

Selamat berkarya
Salam sukses sejahtera

Best regards
“GM”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *