SERUM: Kisah Berdirinya SaleStock

SERUM: Segmen Pasar Cara Cepat Meningkatkan Omset
March 28, 2017
SERUM: If The Man is Right, The World is Right
April 3, 2017

SERUM: Kisah Berdirinya SaleStock

Pagi teman-teman semua,

Saat ini saya dalam perjalanan ke pulau Bengkalis menaiki kapal ferry yang memakan waktu 2.5 jam. Hari ini Saya memiliki misi untuk menziarahi kubur nenek dan nenek moyang saya di pulau. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan warga Tiong Hoa di daerah, dan cukup banyak yang pulang dari luar negri bahkan dari luar kota. Serasa bernostalgia ke kehidupan santai di pulau.

Hari ini saya membaca sebuah kisah tentang bagaimana SaleStock berdiri. Ibu-ibu, cici, tante, sista pasti tahu ecommerce yang satu ini. Saya kenal salesstock 1 tahun lalu, dan paketnya booming sekali pada saat mendekati Idul Fitri. Customer banyak yang bilang murah, dan cantik2 lagi pakaiannya. Ada juga yang malah membeli untuk dijual lagi. Apa lagi fitur COD nya yang sangat memudahkan serta bebas resiko bagi pelanggan. Berikut cuplikannya yang diambil dari Web Sirclo:

Ditulis oleh: ARIZA NOVIANTI, Founder Sale Stock Indonesia – Pengguna Platform Toko Online SIRCLO

Cikal bakal Sale Stock dimulai setelah saya melahirkan anak pertama saya, Soraya di bulan September 2013. Ketika itu, berat badan saya naik dari 45 kg ke 70 kg lebih dan hampir semua baju yang ada di lemari saya menjadi tidak muat. Alhasil, saya punya 1 lemari penuh baju-baju yang tidak bisa dipakai.

Muncul ide dari salah seorang teman kantor saya, Linda, untuk mencoba “cuci gudang”, menjual murah barang-barang yang tidak terpakai. Banyak cara saya coba. Mulai dari situs-situs gratisan seperti TokoBagus, Berniaga, Bukalapak, Kaskus, dan group barang bekas (pre-loved) di Facebook. Ternyata di Facebook lah rejeki menghampiri. Dress cantik jaman awal menikah saya jual 30 ribu. Habis dalam sekejab. Bahkan rebutan. Ketika saya coba pasang item berikutnya juga begitu. Demand untuk baju bekas harga miring ternyata tinggi sekali. Namun, waktu itu tidak saya anggap serius, karena fokus saya adalah sang buah hati yang sedang lucu-lucunya. 1 minggu sekali iseng-iseng saya melepas 1 per 1 isi lemari saya. Hingga akhirnya pada Februari 2014, saya kebablasan. Saya sudah kurus, tapi tidak punya baju di lemari. Hahaha.

Atas ide suami saya, pada bulan Februari 2014, saya membuka Fans Page Sale Stock di Facebook. Tidak hanya itu, saya kadang mencuri-curi sisa uang belanja dan menyisihkan uang jajan pribadi untuk membeli pakaian di mall pas diskon besar-besaran, untuk saja jual di Facebook Page. Hasilnya: GAGAL. Ternyata Facebook page itu sepi sekali pengunjung. Saya jadi malas berjualan.

Namun, suami saya terus mendorong saya untuk mencoba. Banyak barang yang coba saya jual : Gendongan Bayi KW India, Kain Batik, Baju Cowok, Sabun, Celana Bayi dan beragam pernik. Beberapa berhasil, beberapa gagal. Titik terang baru muncul setelah saya meminta bantuan adik ipar saya yang bekerja di Facebook, US. Adik dan suami saya bahu membahu membangun Page Facebook Sale Stock sehingga ramai. Ternyata rejeki saya bukan di Gendongan Bayi KW, bukan di sabun, Tapi di dress cantik. Nostalgia rasanya.

Saya, dibantu suami saya yang waktu itu direktur di sebuah perusahaan swasta, akhirnya memutuskan untuk hanya fokus di bisnis ini pada bulan Mei 2014.Sale Stock Tangerang. Kami bekerja di malam hari setelah jam kantor dan di hari Sabtu Minggu. Lelah rasanya, tapi entah kenapa sangat menyenangkan. Selalu ada alasan untuk bangun di pagi hari, mengecek pesanan di HP saya. Dan bagian terbaiknya, suami saya akhirnya mengijinkan saya untuk belanja sepuas hati. Wanita mana yang tidak berbunga-bunga? Hehehe

Alhamdulillah, bisnis kami dikucuri rejeki oleh Allah SWT. Dari rata-rata 1 – 3 paket / hari di Mei 2014, saat ini kami tiap harinya sudah bisa mengirimkan 30 – 40 paket / hari dan membuka lapangan pekerjaan bagi 8 karyawan kami. Sebagian besar part time di Yogyakarta, sebagian lagi full time di rumah kecil kami di BSD City, Tangerang.

Di tengah perjalanan, kami sempat mendapatkan suntikan dana dari Angel Investor. Kecil memang. Tapi itu cukup untuk meyakinkan saya dan suami saya untuk meninggalkan posisi kami yang sudah mapan. Sejak September 2014, suami saya sudah full time di Sale Stock, sedangkan saya akan menyusul bulan depan. Oh iya, atas anjuran Angel Investor kami, kami pun mengubah nama Sale Stock Tangerang, menjadi Sale Stock Indonesia, untuk menunjukkan komitmen kami dalam melayani permintaan pelanggan di seluruh Indonesia. Lebih menjual kan, daripada Sale Stock Tangerang hehehe.

Bulan ini pun, kami on track untuk melipatgandakan omset kami bulan lalu. Harapan kami untuk terus melipatgandakan omset ini setiap bulannya.

Dari cerita di atas, bagaimana dari sebuah kendala/masalah yang dihadapi, bisa menjadi sebuah peluang, di mana jika terus ditekuni dapat menjadi sebuah berkah yang luar biasa. Bahkan dilirik investor dan menjadi salah satu perusahaan e-commerce yang berkembang pesat. Sebagai sales, terus berkreasi, terus perjuangkan apa yang Anda yakini dan dengan dorongan dari orang2 di sekitar Anda, Anda pasti bisa berhasil.

Bersyukur sekali di KOMISI kita dikelilingi orang-orang yang positif dan mau membantu kita menjadi orang yang lebih baik lagi bagi diri kita, keluarga dan orang banyak.

Semoga kisah hari ini bisa menginspirasi. Happy shopping sista.

Regards,

Andi Wu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *