SERUM: Salesman adalah Profesi Terhormat dan Mulia

SERUM: FOKUS
September 13, 2016
SELL: Service Recovery
September 17, 2016

SERUM: Salesman adalah Profesi Terhormat dan Mulia

Anda menyukai DUNIA SALES ? atau anda tdk suka dengan seorang SALESMAN ?it’s up to you …..,sekedar mengingatkan bhw 9 dari 10 hal yg dilakukan manusia di bumi ini tdk terlepas dari unsur sales ( jual dan beli ) pikirkan saja !

dan Nabi Rasulullah S.A.W mulai umur 12 tahun sdh magang sbg “salesman” pd paman beliau, sampai beliau menemukan khadijah sebagai “manager” atas dunia sales yg rasulullah geluti

Apakah anda seorang salesman?
Apakah anda pernah bercita-cita menjadi seorang salesman?
Apakah anda pernah menyesal telah menjadi seorang salesman?
Apa yang telah anda lakukan setelah terjun ke dunia salesman?

Pertanyaan diatas tampaknya sederhana sekali namun sangatlah menarik untuk dicermati. Mengapa? Coba arahkan pandangan kita sejenak ke diri kita sendiri. Perhatikan baju, celana atau sepatu yang sedang kita pakai. Kemudian bayangkan sabun, sikat gigi atau handuk yang sering kita gunakan saat mandi, atau perhatikan tempat tidur yang selalu kita gunakan untuk tidur setiap malam. Timbul pertanyaan, darimana kita dapatkan semua itu? Jawabanya tentu sangat mudah dan pasti. Oooo….. saya dapat beli dari pasar atau dari toko. Lantas timbul pertanyaan lagi. Barang-barang yang ada dipasar atau di toko itu dari mana ya? Dari pabrik??? Ya betul dari pabrik. Lantas, apakah pabrik bisa dengan tiba-tiba mengirim barang hasil produksi mereka langsung ke pasar atau ke toko? Tidak! Kalau begitu, mengapa barang-barang mereka berada di pasar atau di toko? Siapa yang telah berjasa ‘mengadakan’ barang di pasar atau di toko?

Kalau kita mencermati kehidupan dan prilaku manusia di dunia ini, bisa dipastikan bahwa semua orang melakukan kegiatan “jual-beli”. Roda kehidupan ini bisa berputar atau  berjalan karena adanya kegiatan “jual-beli”. Jadi bisa dikatakan bahwa semua orang pada dasarnya adalah (pernah menjadi) seorang “penjual” (salesman) dan “pembeli” (buyer), namun banyak diantara mereka yang tidak menyadari akan hal tersebut. Pada umumnya mereka hanya tahu bahwa: “saya adalah seorang pedagang”, atau “saya cuma menawarkan barang” atau “ saya cuma menyewakan….” Dan lain sebagainya.

Dalam pembahasan yang lebih spesifik, bahwa salesman yang dimaksud dalam uraian  ini adalah orang yang setiap hari mempunyai kegiatan atau pekerjaan untuk menawarkan atau menjual barang atau jasa. Jadi, salesman merupakan suatu profesi yang melekat pada seseorang, yang didalamnya mencakup tugas dan tanggung jawab sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan kerjanya.

Salesman merupakan sebuah profesi yang melekat pada saat seseorang mulai terlibat secara langsung sebagai petugas khusus yang menawarkan atau menjual suatu barang atau jasa. Walaupun saat ini sudah ada beberapa lembaga formal ataupun informal yang khusus memberikan pelatihan atau pendidikan tentang salesmanship, namun pada dasarnya tidak ada orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang salesman. Yang biasa terjadi yaitu mengambil pekerjaan sebagai salesman merupakan pilihan terakhir setelah orang tersebut merasa bosan melamar kerja dan tidak kunjung diterima sebagai karyawan di posisi staf atau sesuai dengan pekerjaan yang diharapkan, terutama pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sehingga banyak yang berpikiran bahwa pekerjaan salesman hanya sebagai batu loncatan saja. Hmmm….Mengapa harus begitu?

Semua pekerjaan apapun, kalau tidak dinikmati dan tidak dibarengi dengan kemauan untuk belajar dan untuk menjadi “bisa”, tentunya tidak akan pernah merasa enjoy dan akan selalu merasa gelisah. Akhirnya malas bekerja dan sering tidak masuk kerja dengan alasan sakit, keperluan keluarga dan banyak lagi alasan.

Sebaiknya pekerjaan apapun harus disyukuri dan dinikmati. Jangan pernah berfikir bahwa nasi telah menjadi bubur, semuanya tidak bisa kembali seperti semula seperti yang diharapkan. Justru kita harus berfikir sebaliknya. Jangan berharap bubur bisa kembali menjadi nasi, hal itu tentu tidak mungkin. Tetapi bagaimana caranya agar bubur tersebut bisa menjadi nikmat sehingga perlu dibumbui misalnya ditambah garam, kecap, kaldu dll. Bahkan bila perlu ditambah dengan irisan hati dan ampela. Tentu bubur itu akan terasa lebih nikmat. Ini hanya sekedar ilustrasi. Jadi, kalau sudah mulai masuk dan terjun ke dunia marketing dan sales, hendaknya harus mau belajar, belajar dan belajar untuk memperdalam bidang pekerjaan yang sedang kita jalani.

Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *