SERUM: Think Different, Get a New Way

SERUM: Tolak Sugesti Melemahkan
April 17, 2017
Press Release Final Advan SMK Sales Awards di Solo
May 16, 2017

SERUM: Think Different, Get a New Way

Memiliki karyawan yang loyal, mampu berpikir dengan logis dan berjuang bersama perusahaan tidaklah dapat diperoleh dengan mudah.

Apa lagi yang berhubungan dengan teknisi. Beberapa tahun belakangan ini, sering terjadi pergantian teknisi, dengan berbagai macam alasan dibaliknya.

Terakhir kali saya memiliki team teknisi sebanyak 3 orang, yang akhirnya berkurang hingga 1 orang. Terakhir teknisi yang sudah bekerja 3 tahun lebih pun kabur begitu saja. Dari sisa 1 orang, terus terjadi pergantian selang beberapa bulan. Ada yang stress karena kesepian, ada yang kabur lagi begitu saja, ada yang banyak tuntutannya tetapi tidak ada hasil.

Tuntutan tak pernah berujung, ada saja maunya, yah wajar namanya manusia pasti ingin pendapatan yang lebih baik. Rata-rata teknisi yang saya dapat hanya memiliki skills yang standar, di mana harus saya bimbing kembali dari awal, dan mengikuti standar servis perusahaan. Bahkan saya kirimkan ke Jakarta untuk mengikuti training exclusive dari sebuah rekan service kita.

Sejak belakangan ini, latihan tahunan ke Jakarta pun saya ambil alih sendiri, hitung2 jalan2 sekalian nambah pengalaman. Kalau dalam hal saya harus terus menerus mengajar orang baru setiap kali yang lama tidak mau berkembang dan berusaha, rasanya perlu ada terobosan baru, solusi baru.

Saya tidak akan bisa bebas menekuni hal lain jika tangan dan kaki saya terikat dalam melalukan service perbaikan, ataupun duduk menjaga toko terus menerus.

Karena sudah sering terjadi, saya mendapat tips baru dari Pak Hendrik Ronald di milisnya beberapa waktu lalu, Dream Big, dan Simplify. Kecuali kita ingin terus menjadi middleman dan frontliner terus, kita harus dream big dan simplify proses yang ada.

Kenapa tidak saya outsource saja service saya ke rekanan? Atau yang lebih baru lagi idenya, terima Freelancer melalui proses review dan sortir, bayar mereka sesuai Job yang diselesaikan, mereka bebas di mana saja standby, hanya saja mengerjakan service di Working Space yang disediakan ketika ada job yang masuk. Kedengarannya seperti ide bisnis startup yang sudah ada di jasa transportasi bukan? Tetapi kenapa tidak jika bisa kita terapkan dalam dunia Service Komputer, maupun Retail?

Dan freelancer ini kita berikan Training secara rutin. Jika saya punya 10 freelancer vs 1 teknisi permanen, mungkin akan lebih mudah lagi.

Bagaimana menurut Anda? Bagaimana dengan dunia Sales? Sebagai sales, ada yang bahkan setiap hari tidak hanya mangkal di toko, tetapi rela berkeliling ke daerah-daerah tertentu untuk mencari prospek dan menawarkan produk/jasanya. Jika Anda memiliki target yang besar, bisakah Anda menghire team untuk mendukung penjualan? Untuk mengcover daerah-daerah yang lebih banyak lagi di mana Anda tidak dapat mengunjunginya semua dalam 1 hari?

Bagaimana agar proses-proses mengejar target menjadi simple dan menghasilkan? Apa cara baru yang dapat Anda pikirkan? Yuk sharing

Regards,

Andi Wu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *